Senin, 30 Januari 2012

Kumpulan Doa Dalam Alquran dan Hadits

Posted On 17.30 by Angah 0 komentar

Telah banyak buku do’a yang tersebar di tengah masyarakat Islam. Ada yang berpedoman dengan ajaran Al-Qur’an, Sunnah, atau lainnya. Kadang masyarakat awam tidak dapat membedakan antara do’a yang sejalan dengan ajaran Nabi dan mana yang tidak. Sedangkan do’a yang tidak berdasarkan ajaran Nabi, ada yang berbau syirik, menyesatkan dan terkadang dapat menghapus aqidah Islam secara total.

Judul : Kumpulan Doa Dalam Alquran dan Hadits
Penulis : Abdullah Khaidhir,Lc, Fir'adi Nasruddin,Lc - Erwandi Tarmizi
Format : Adobe Acrobat Document (.pdf)
Ukuran : 1.609 Kb
Halaman : 156



Minggu, 29 Januari 2012

Lampu disco dengan IC 555

Posted On 21.05 by Angah 0 komentar

Dalam rangkaian ini perioda nyala dan padam dari lampu akan bervariasi setiap 1 detik. Yang berfungsi sebagai saklar adalah komponen triac yang bekerjanya dikontrol oleh pulsa yang dihasilkan oleh IC 555 yang mendapatkan catu daya dari penyearah setengah gelombang diode D1.

Komponen yang digunakan sebagai berikut :

Resistor
: R1 ... 10K/5W
  R2 ... 100K
  R3 ... 47K
  R4 ... 500 ohm
Kapasitor
: C1 ... 200 µF/250V
  C2 ... 10 µF/250V
Diode
Zener diode
Triac
: D ... BY 127
: Z ... BZ 148
: ST 024 

Gambar rangkaian :


Sumber : Aneka Hoby Elektronika Edisi 4 - Dedy Rusmadi


Pengatur temperatur

Posted On 21.01 by Angah 0 komentar

Dalam rangkaian ini, bila temperatur sekitar termstor rendah, maka triac akan mendapatkan trigger kaki 2 dari IC akan tinggi dan triac akan off dan akan memutuskan beban. Triac akan kembali aktif bila temperatur sudah konstan kembali.

Komponen yang digunakan sebagai berikut :

Resistor
: R1 ... 10K/5W
  R2 ... 470K
  R3 ... 5K
  R4 ... 1K
Kapasitor
: C1 ... 200 µF/250V
  C2 ... 50 µF/250V
  C3 ... 0.01 µF/250V
Diode
Zener diode
Triac
IC Type  
: D ... BY 127
: D2 ... BZ 148
: ST 044
: NE 555 
Thermistor


Gambar rangkaian :


Sumber : Aneka Hoby Elektronika Edisi 4 - Dedy Rusmadi


SCR/TRIAC Tester

Posted On 20.57 by Angah 0 komentar

Rangkaian ini dapat dipergunakan untuk mengetahui baik buruknya sebuah SCR dan TRIAC. Untuk mengukur scr atau triac caranya adalah memasang scr atau triac tersebut pada tempat yang telah ditentukan, kemudian tombol S3 ditekan dan bila tombol S3 ditekan akan timbul tegangan yang mentrigger bagian gate dari SCR atau TRIAC sehingga anoda akan terhubung dan lampu akan menyala. Dalam hal ini lampu akan menyala apabila SCR atau TRIAC yang di ukur dalam keadaan baik dan sebaliknya bila lampu tidak menyala berarti SCR atau TRIAC sudah tidak baik.

Komponen yang digunakan sebagai berikut :

Resistor
: R1, R2  ... 1K2
Kapasitor
: C ... 500 µF/10V
Lampu
: 6,3 volt
Transpormator
: T ... 220/110/6,3

Gambar rangkaian :

Sumber : Aneka Hoby Elektronika Edisi 4 - Dedy Rusmadi


Melipat Gandakan Tegangan DC

Posted On 18.41 by Angah 0 komentar

Rangkaian ini dapat menigkatkan dan melipatgandakan DC dari 6V menjadi 12V. Dalam bidang elektronika rangkaian seperti ini dicebut Voltage Doubler

Komponen yang digunakan sebagai berikut :

Resistor
: R1 ... 1K2
  R2, R3 ... 22K
  R4 ... 510 ohm
  R5 ... 330 ohm
Kapasitor
: C1 ... 0,022 µF/16V
  C2 ... 0,047 µF/16V
  C3, C4 ... 270 µF/16V
Transistor
: TR1, TR2 ... 2N 404
  TR3 ... AC 123
  TR4, TR5 ... AC 127
Diode
Baterai/ACCU
: D1, D2 IN 4002
: 6V

Gambar rangkaian :


Sumber : Aneka Hoby Elektronika Edisi 4 - Dedy Rusmadi


Alarm Tanda Kebakaran

Posted On 18.30 by Angah 0 komentar

Rangkaian ini dapat mengetahui adanya bahaya kebakaran dengan menggunakan NTC, tahanannya akan kecil apabila kena panas dan akan mengakibatkan transistor akan aktif dan relay akan menghubungkan alarm dengan sumber listrik dari baterai sampai alarm berbunyi.

Komponen yang digunakan sebagai berikut :

Resistor
: R1, R2,R3,R4 ... 1 K2
Trimpot
Dioda
: RV ... 10 K
: D ... IN 4002
Transistor
: TR1 ... BC 108
  TR2 ... BC 109
NTC ( Negative Temperature Coefisient )
Relay
Alarm
Switch
: 6 Volt

Gambar rangkaian :


Sumber : Aneka Hoby Elektronika Edisi 4 - Dedy Rusmadi


Arus Listrik dan Kerapatan Arus

Posted On 10.13 by Angah 0 komentar

Arus listrik didefinisikan sebagai laju aliran muatan listrik yang melalui suatu luasan penampang lintang. Arah arus listrik diperjanjikan sebagai arah gerakan muatan positif. Jika pada suatu penampang konduktor lewat muatan positif 10 C ke kanan dan muatan negatif 20 C ke kiri, maka dikatakan pada penampang tersebut lewat muatan positif sebesar 30 C ke kanan. Bentuk sederhana pernyataan matematis dari definisi arus dituliskan sebagai:

i = Q/t

tetapi dengan mempertimbangkan besaran-besaran dalam media transmisi (kawat penghantar) dan besaran-besaran grak lainnya, maka perhatikan suatu konduktor dengan luas penampang A yang dikenai medan listrik E (seperti Gambar 1.). Karena medan listrik E ke arah kanan maka menyebabkan muatan-muatan positif dalam konduktor bergerak ke kanan dengan kecepatan v. Bila dalam selang waktu dt telah mengalir melewati luasan A sejumlah muatan positif sebesar dQ, maka dQ adalah jumlah muatan total yang terdapat di dalam tabung bervolume (A.v.dt), dengan v adalah kecepatan rata-rata partikel pembawa muatan.

Gambar 1. Segmen dari sebuah kawat penghantar arus listrik.

Bila jumlah partikel persatuan volume n, dan muatan tiap-tiap partikel q, maka

dQ = A.v.dt.n.q.

Kuat arus i yang didefinisikan sebagai jumlah muatan positif yang lewat penampang dalam satu satuan waktu adalah:

Bila satuan muatan adalah coulomb, dan satuan waktu adalah detik, maka satuan arus listrik disebut ampere (A). Kalau muatan yang lewat terdiri dari bermacam-macam partikel dengan jumlah partikel persatuan volume, kecepatan, dan muatan yang berlainan, maka

dQ = Adt (n1v1 q1 + n2 v2 q2 + ... ) dan






Rapat arus J didefinisikan sebagai kuat arus i dibagi luas penampang A, yaitu



Diberdayakan oleh Blogger.